TIADA MAAF UNTUK MEMBICARAKAN KEPUTUSASAAN

“Ia(Bapa) telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan”(Kol. 1:13). Jika ini benar, lalu maaf apa lagi yang kita punyai untuk membicarakan keputusasaan dan ketidakpercayaan dan keragu-raguan – mengambil kegelapan yang ada di sekitar kita menjadi mantel kita? Marilah kita hilangkan bayang-bayang gelap keragu-raguan, mengesampingkannya untuk ditanggung oleh Setan, pemula dari segala keragu-raguan dan keputusasaan itu. Ia berusaha melemparkan bayang-bayangnya yang jahat itu ke jalan kita. Iman kita harus menembusi awan gelap keragu-raguan dan ketidakpercayaan, berpegang teguh pada lengan Kristus yang ada di seberang.-MS 102, 1901.

Advertisements

SEBAGIAN ORANG TIDAK COCOK MASUK SURGA

Seandainya mereka yang hidupnya telah dihabiskan dalam pemberontakan melawan Allah tiba-tiba diangkat ke surga dan menyaksikan keadaan kesempurnaan yang agung dan suci yang ada di sana – setiap jiwa dipenuhi dengan kasih, setiap wajah memancarkan sukacita, musik yang mempesona dalam nada-nada merdu dikumandangkan untuk memuliakan Allah dan Anak Domba, dan pancaran sinar yang tidak henti-hentinya memancar dari wajah Dia yang duduk diatas takhta kepada orang-orang yang ditebus – dapatkah mereka yang hatinya dipenuhi kebencian kepada Allah, kepada kebenaran dan kesucian, bercampur baur dengan kerumunan orang ramai di surga dan bergabung dengan mereka menyanyikan lagu-lagu pujian? Dapatkah mereka menahan kemuliaan Allah dan Anak Domba? Tidak, sama sekali tidak; bertahun-tahun masa pencobaan telah diberikan kepada mereka agar mereka boleh membentuk tabiat untuk masuk surga, tetapi mereka tidak pernah melatih pikiran mereka untuk mencintai kesucian; mereka tidak pernah mempelajari bahasa surga, dan sekarang sudah terlambat.

Kehidupan pemberontakan terhadap Allah telah membuat mereka tidak cocok untuk masuk ke surga. Kemurnian, kesucian, dan kedamaian surga akan menjadi siksaan bagi mereka; kemuliaan Allah akan menjadi api yang menghanguskan. Mereka ingin sekali melarikan diri dari tempat yang kudus itu. Mereka akan menyambut kehancuran agar mereka bisa terlindung dari wajah Dia yang mati untuk menebus mereka. Nasib orang jahat ditentukan oleh pilihan mereka sendiri. Pembuangan mereka dari surga terjadi secara sukarela dan adil dan penuh belas kasihan pada pihak Allah.—GC 42, 543 (1888)

SATU-SATUNYA YANG AMAN IALAH BERPIKIR DENGAN BENAR

Kita terus-menerus memerlukan perasaan dari kuasa pemikiran yang murni yang mengagungkan dan pengaruh merusak dari pemikiran-pemikiran jahat. Marilah kita menaruh pemikiran pada perkara-perkara yang suci. Biarlah mereka yang murni da benar, karena keamanan satu-satunya bagi setiap jiwa adalah berpikir dengan benar. Kita harus menggunakan setiap car ayang ditempatkan Allah dalam jangkauan kita  untuk  memerintah dan memupuk pemikiran kita. Kita harus membawa pikiran kita selaras dengan pikiranNya. kebenaranNya akan menguduskan kita, baik badan, jiwa maupun roh.—Lt 123, 1904.

PENGARUH TEH, KOPI, DAN MINUMAN POPULER LAINNYA

Teh bertindak selaku perangsang dan, sampai tingkat tertentu, menimbulkan kemabukan. Efek kerja kopi dan minuman populer lainnya adalah sama. Pengaruh pertama adalah menyegarkan. Saraf-saraf lambung dibangkitkan; ini menyebabkan iritasi pada otak, dan pada gilirannya ini memberikan kerja yang meningkat bagi jantung dan energi sementara kepada seluruh sistem. Keletihan dilupakan; kelihatannya kekuatan bertambah. Kecerdasan dibangkitkan, imajinsi menjadi lebih hidup.—MH 326 (1905)

MEMBACA MEMPENGARUHI OTAK

Saya secara pribadi mengenal beberapa orang yang telah hilang suasana sehat pikiran mereak oleh karena kebiasaan membaca yang salah. Mereka menjalani hidupnya dengan imajinasi yang sakit, memperbesar setiap keluhan yang kecil. Perkara-perkara yang pikiran yang sehat dan peka tidak perhatikan kepada mereka menjadi pencobaan-pencobaan yang tidak tertanggung dan hambatan yang tidak teratasi. Kepada mereka hidup senantiasa berada dalam bayang-bayang.—CTBH 124, 1890. (FE 162, 163).

CERITA DONGENG ATAU FIKSI MENCIPTAKAN DUNIA KHAYAL

Engkau memanjakan diri dalam membaca buku-buku roman atau novel dan cerita sampai engkau hidup dalam dunia khayal. Pengaruh bacaan seperti itu merusak baik pikiran maupun tubuh; bacaan itu melemahkan kecerdasan dan membawa beban menakutkan pada kekuatan fisik. Kadang-kadang pikirangmu hampir tidak waras sebab imajinasi terlalu dibangkitkan dan dirusak oleh membaca cerita-cerita dongeng atau fiksi. Pikiran harus didisiplin sedemikian rupa sehingga semua kemampuannya diperkembangkan secara simetris…

Jika imajinasi terus-menerus dicekoki dan dirangsang dengan bacaan-bacaan yang bersifat fiksi, tidak lama ia akan menjadi lalim, mengendalikan seluruh kemampuan pikiran lain dan menyebabkan cita rasa menjadi tidak teratur dan kecenderungan-kecenderungan menjadi bertentangan..—4T 497(1881)

BIOSKOP MERUSAK IMAJINASI

Hallo,…..

 

Pembahasan kita kali ini adalah mengenai ‘Bioskop Merusak Imajinasi’.

Dalam zaman sekarang ini, siapa lagi yang tidak tahu yang namanya bioskop, bukan? Bioskop merupakan tempat umum untuk menonton suatu film. Bagi kalangan muda, bioskop sudah tidak asing lagi bagi mereka. Mungkin juga bagi anda yang sedang membaca artikel ini, sudah sering berkunjung ke tempat yang satu ini. Mungkin, itu sudah menjadi hal yang biasa bagi anda. Untuk menjadi hiburan, menghilangkan stress, atau berkencan mungkin menjadi alasan untuk pergi ke bioskop.

Tapi sadarkah anda bahwa bioskop dapat merusak imajinasi, pemikiran, bahkan tabiat anda?

Dalam buku Pikiran, Karakter dan Kepribadian, yang merupakan kompilasi dari buku-buku tulisan Ellen G. White, mengatakan :

“ Diantara tempat-tempat untuk bersenang-senang yang paling berbahaya adalah bioskop. Gantinya menjadi sekolah untuk moral dan kebajikan, sebagaimana sering dikatakan orang, bioskop adalah tempat kemesuman. Kebiasaan-kebiasaan buruk dan jahat dan kecenderungan-kecenderungan berbuat dosa dikuatkan dan dipertegas oleh hiburan-hiburan ini. Lagu-lagu yang bermutu rendah, gerakan-gerakan kotor, pernyataan-pernyataan dan sikap cabul, merusak imajinasi dan merendahkan moral. Setiap pemuda yang ketagihan memasuki pertunjukan bioskop akan rusak prinsipnya. ”

Yepss… Tepat sekali. Bioskop sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh, hal-hal yang berbau mesum yang dapat menjauhkan kita dari sang pencipta, Tuhan yang Maha Esa. Juga, hal-hal yang disajikan dibioskop kebanyakan mengandung unsur-unsur pornografi, kekerasan, dan hal-hal yang tidak dapat membangun tabiat yang baik. Bahkan dapat merusak tabiat dan moral.

Kembali lagi dikatakan :

“ Tidak ada pengaruh dalam negeri kita yang lebih kuat untuk meracuni imajinasi, untuk merusak pengaruh keagamaan, dan untuk menumpukan rasa suka pada kesenangan yang menenteramkan dan menenangkan kenyataan hidup daripada  hiburan bioskop. Kasih akan pemandangan ini bertambah pada setiap kali memanjakan diri didalamnya, sebagaimana keinginan pada minuman yang memabukkan diperkuat dengan meminumnya. Tindakan yang aman satu-satunya ialah menjauhi bioskop, sirkus, dan semua tempat hiburan lain yang meragukan. – 4T 652,653 (1881). ”

Pernahkah anda mencoba minuman-minuman yang memabukkan atau mengandung alkohol? –Bagi  yang tidak pernah saya sarankan untuk tidak mencobanya– Saya juga tidak pernah mencobanya. Namun menurut fakta dilapangan, ketika seseorang mencoba minuman tersebut untuk pertama kalinya, akan terasa asing baginya. Namun apabila dicoba berkali-kali akan menimbulkan kecanduan atau ketagihan.

Begitu juga halnya dengan bioskop. Semakin kita memanjakan diri kita akan hal-hal yang disajikan disana, maka kita juga akan semakin ditarik dan akan susah melepaskannya. Semakin kita terjerat kedalamnya, semakin kita lupa akan tabiat yang baik, moral yang baik.

Mungkin kita merasa baik-baik saja walaupun sudah sering pergi kebioskop. Namun tanpa kita sadari, apa yang kita lihat disana akan muncul dalam pikiran kita. Akan mempengaruhi sikap kita bahkan tindakan kita.

Sebagai umat yang beragama, tidak perduli apa agama anda dan saya, sadarkah kita, bahwa hal tersebut tidak akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan? Bahkan akan membawa kita lebih jauh dari padaNya.